34 prinsip
pelayanan bagi kaum pendeta dan kaum awam
( Ronald
W. Leigh, BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1991)
Prinsip
1: Pelayanan
Kristen sejati selalu melibatkan pengajaran Alkitab serta Roh kudus;
Kita
mengenal bermacam-macam bentuk pelayanan. Misalnya pelayanan pribadi dan
spontan dari orang tua untuk anak-anak mereka, pelayanan badan-badan pemerintah dan internasional yang besar bekerja sama dengan jutaan
orang, dan segala sesuatu yang terlibat didalamnya setiap hari . Tapi hanya sebagian kecil dari semua pelayanan yang benar-benar bisa
disebut pelayanan Kristen. Apa yang membuat sebuah pelayanan Kristen terpisah dari semua
orang lain? Alkitab dan Roh Kudus.
Sebuah
pelayanan Kristen yang sejati selalu melibatkan Alkitab dan Roh Kudus. Alkitab
(benar ditafsirkan) dan ajaran-ajarannya (benar sistematis) memasok pesan utama
dan isi dari semua pelayanan Kristen, apakah itu berkhotbah, mengajar, konseling,
misi, penerbitan, atau apa pun. Jika ada yang mengabaikan Alkitab dalam
pelayanannya, pelayanannya tidak Kristen. Mungkin positif dan kemanusiaan, tapi
tidak Kristen.
Demikian juga, Roh Kudus menyediakan daya rohani bagi semua pelayanan Kristen. Ketika Roh Kudus tidak aktif tidak akan ada hasil atau buah rohani dari pelayanan tersebut. Mungkin ada hasil kognitif, psikologis, atau sikap, tapi tidak ada hasil spiritual. Pelayanan Kristen yang ditujukan untuk dua jenis dasar hasil, keselamatan dan pertumbuhan rohani. Alkitab membuatnya cukup jelas bahwa baik ajaran Alkitab dan aktivitas Roh Kudus terlibat dalam kedua keselamatan dan pertumbuhan rohani.
Faktor-faktor psikologi pun terlibat